Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara soal proyeksi yang dikeluarkan Bloomberg yang menyatakan Indonesia butuh waktu sepuluh tahun untuk menuntaskan vaksinasi. IDI menegaskan meremehkan kemampuan Indonesia.
"Mereka (dunia) underestimate (meremehkan) kemampuan kita memvaksinasi," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 IDI Zubairi Djoerban dalam diskusi Masalah Penanganan Covid-19 yang digelar virtual, Senin, 8 Februari 2021.
Zubairi menegaskan IDI optimistis pemerintah mampu merampungkan vaksinasi nasional sesuai target waktu tersebut. Bahkan, berdasarkan data lapangan ia optimistis Indonesia bisa bersaing dengan Bangladesh dan India.
Ia pun meyakini kecepatan vaksinasi Indonesia bisa setara dengan Amerika Serikat.
"Kenapa saya yakin? Karena konsen pemerintah dan Presiden (Joko Widodo) mengenai vaksinasi untuk sebagian besar masyarakat cukup jelas," ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan riset terbaru Bloomberg Indonesia diprediksi membutuhkan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk bisa menuntaskan program vaksinasi virus corona penyebab covid-19 pada 75 persen populasi penduduk. Proyeksi ini melebihi rata-rata dunia selama tujuh tahun untuk bisa menyelesaikan vaksinasi.
Proyeksi masa vaksinasi di Indonesia sama dengan India dan Rusia.
Pemerintah bakal menyuntikkan 70 persen atau 181 juta masyarakat Indonesia guna mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui vaksinasi nasional sempat terkendala dan menyebabkan penyuntikan vaksin per hari berada di kisaran 50 ribu.
Namun, dia yakin target Indonesia bisa tercapai seiring perbaikan sistem vaksinasi nasional dan pengadaan vaksin jumlah besar yang dipercepat. Misalnya, pengadaan 140 juta dosis vaksin covid-19 Sinovac yang dipastikan selesai dikirim pada Juli 2021. Lebih cepat beberapa bulan dari kesepakatan awal.
"Melihat kecepatan kita melakukan vaksinasi harusnya hal itu (target) bisa tercapai," kata Budi.
Monday, 8 February 2021
Diramal 10 Tahun Vaksinasi Baru Tuntas, IDI: Itu Meremehkan!
IDI Jawab Bloomberg Soal Vaksinasi Corona 10 Tahun: Kita Bisa Bersaing dengan AS
Bloomberg mengkalkulasi vaksinasi corona di Indonesia bakal selesai selama 10 tahun. Prediksi ini berdasarkan angka vaksinasi harian 5 Februari lalu.
Menanggapi hal ini, Ketua Tim Pakar IDI Prof Zubairi Djoerban menjelaskan perihal vaksinasi memang tidak bisa semata-mata langsung menghentikan pandemi. Seperti yang terjadi pada penyakit-penyakit sebelum COVID-19.
"Indonesia 10 tahun padahal yang lain 7 tahun selesai. Sekarang umumnya dulu. Jadi gini pertama yang kemungkinan pesimistis, di dunia ini tidak ada satu pun penyakit virus yang hilang dari dunia," kata Zubairi dalam webinar Jaringan Media Siber Indonesia, Senin (8/2).
Lalu ia kemudian menjelaskan perihal influenza. Penyakit itu juga disebabkan virus. Gejalanya bukan batuk pilek, tapi bisa bikin panas tinggi dan kemudian radang paru, sampai akhirnya menyebabkan kematian tinggi di sejumlah negara.
"Nah itu sudah puluhan tahun dan sudah ketemu vaksinnya. Namun setiap tahun masih menyebabkan kematian di Amerika sampai puluhan ribu orang walaupun sudah vaksinasi setiap tahun," urai Zubairi.
"Saya tahu persis karena kebetulan anak cucu tinggal di sana. Jadi setiap akhir tahun Oktober, November, Desember itu selalu vaksinasi diulang lagi. Karena vaksin tahun lalu tidak bisa melindungi terhadap virus influenza sekarang," tegasnya.
Lalu, apakah IDI justru optimistis dengan progres vaksinasi corona di Indonesia?
"Jadi mengenai COVID ini kan mereka underestimate mengenai kemampuan kita memvaksinasi. Kalau melihat di lapangan data lapangan sekarang saya cukup optimis bahwa kita bisa bersaing dengan banyak negara mengenai kecepatan vaksinasinya. Baik dengan dengan Bangladesh atau Amerika (Serikat) misalnya," urai dia.
"Pak Doni (Monardo) setiap seminggu sekali tadinya setiap Minggu malam kami pertemuan webinar dan itu sangat rinci mendapatkan masukan dan pelaporan dan juga rencana kerja dari masing-masing provinsi," imbuhnya.
Jokowi: Masyarakat Harus Aktif Sampaikan Kritik dan Masukan
Presiden Joko Widodo meminta masyarakat lebih aktif menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah. Ia pun meminta pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Jokowi ingin pelayanan publik semakin baik di masa mendatang. Dia berharap seluruh pihak ikut ambil bagian dalam mewujudkannya.
"Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi, dan pelayanan publik harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan," kata Jokowi saat berpidato di Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2).
Jokowi mengatakan Indonesia telah mencapai banyak hal dalam urusan perbaikan pelayanan publik. Namun, dia menilai masih banyak aspek yang perlu perbaikan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bilang pelayanan publik selama ini terjebak para prosedur administratif. Menurtnya, perlu ada ikhtiar berkelanjutan untuk membenahinya.
"Kita juga punya kerja besar untuk mengubah model pelayanan birokrasi yang selama ini kaku terjebak pada hal yang bersifat prosedural, bersifat administratif, dan menjadi pelayanan publik yang menekankan pada kecepatan, inovatif berorientasi pada hasil," ujarnya.
Di akhir kesempatan itu, Jokowi mengapresiasi kerja Ombudsman RI dalam mengawasi pelayanan publik. Dia meminta Ombudsman terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan pemerintah.
"Apa yang telah dilakukan Ombudsman selama ini telah membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik di negara kita, tutur Jokowi.
Sunday, 7 February 2021
Pulau Tangkong Dijual, Kemendagri: Kami Investigasi Dulu
Pulau atau Gili Tangkong di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara (NTB) diduga dijual di salah satu situs online. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan melakukan investigasi.
Bahkan pada situs Privat Island Online tersebut ada beberapa pulau di Indonesia yang juga ditawarkan yakni Pulau Tojo Una-Una Sulawesi Tengah, Pulau Ayam Kepulauan Riau, Pulau Panjang NTB, Pulau Kembung dan Yudan di Kepulauan Anambas Riau, Pulau Sumba NTT, Gili Nanggu dan Pulau A-Frames di Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.
“Mengenai kebenarannya harus kami investigasi dulu,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Syafrizal saat dihubungi, Senin (8/2/2021).
Namun dia menegaskan tidak ada ketentuan seseorang dapat memiliki suatu pulau secara utuh. Indonesia hanya diperbolehkan pengelolaan oleh sektor privat dengan ada batas maksimal.
“Namun sesuai ketentuan tidak bisa memiliki pulau kecil secara seutuhnya karena hanya bisa dikelola dan maksimal hanya 70 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut Syafrizal juga menegaskan bahwa BPN tidak pernah pernah mengeluarkan sertifikat untuk pulau kecil. Selain itu dalam pengelolaan pulau kecil yang merupakan kawasan konservasi dilakukan oleh negara.
“Pulau kecil yang merupakan kawasan konservasi diurus negara. Masyarakat yang ingin mengelola diluar daerah konservasi harus mengajukan izin ke pemda, pemerintah,” tuturnya.
Dia menyebut jika ada pelanggaran maka bisa dikenai sanksi pidana.
“Pelanggaran, ada pidananya,” ujarnya.
Nia Ramadhani Nangis Sesegukan Tak Tahan Dihujat Gara-Gara Dibilang Gagal jadi MC
Nia Ramadhani baru-baru ini mencuri perhatian masyarakat. Bukan pujian yang didapatkan, melainkan hujatan dari netizen. Mereka mengatakan Nia Ramadhani gagal menjadi pembawa acara atau MC di sebuah penghargaan.
Saat itu Nia Ramadhani didapuk menjadi MC bersama dengan Raffi Ahmad. Mendengar dan melihat hujatan yang dilayangkan untuknya, membuat ibu tiga anak ini bersedih. Bahkan dia menangis sesegukan di mobil tak tahan dihujat oleh publik. Penasaran dengan isi curhatan Nia Ramadhani sambil nangis sesegukan?
Melansir dari akun YouTube ARKA TV, Senin (8/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Nangis Tak Tahan Dihujat
Nia Ramadhani rupanya sempat menangis sesegukan di dalam mobil. Rekaman tersebut secara eksklusif ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta. terlihat bagaimana Nia menangis sembari menceritakan perasaannya yang sebenarnya.
"Dia sudah sampai mana dia ngomongnya, gue enggak bisa ikutin. Cuma sudah saking segala macamnya lo dengan pressure nya lo dan lo tahu lo enggak bisa. Lo coba saja ngomong apa saja ke dia, dia kaya," kata Nia Ramadhani terputus-putus sambil menangis.
"Karena kamu sudah juga tahu dari awal coba naikin juga, saat kamu naik ke atas kamu sudah dengan pemikiran tadi yang kaya," kata wanita yang duduk di sebelah Nia.
"Ya gue enggak bisa, masalahnya gitu. Jadi, lo kalau misal sudah di atas sana segala macam lo pikirin. Saking kaya gitunya lo keluar sudah aneh-aneh, lo ingin berusaha itu susah. Dari segmen 2 sampai segmen 7 gue merasa kaya gue lagi di atas panggung dengan sadar gue lagi mempermalukan diri gue sendiri. Gue tahu itu tapi lu harus selesaiin, berat banget," ungkap Nia masih sambil menangis.
Ungkap Tak Mampu
Dengan jujur Nia mengungkap jika dirinya tak mampu. Meski menyadari dirinya tak mampu sejak awal, namun Nia mensyukuri satu hal. Dia tetap bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga akhir.
"Dan gue bersyukur dengan sedikit nunjukin keberhasilan gue at least gue selesaiin. Gue enggak berhenti di tengah jalan, padahal gue karena gue ngerasa gue enggak mampu sebenarnya tadinya gue udah berpikir kaya ya sudah biarin deh. Gue sudah dari segmen pertama setelah gue tahu harus baca banget, gue enggak mau gue enggak mampu. Ngapain gue ngejelekin diri gue sendiri, gue tahu gue enggak bakal bisa," kata Nia Ramadhani.
"It's okay untuk enggak maju ke depan as long as elu tidak mundur. Maju sedikit-sedikit enggak apa-apa, at least maju sedikit ketimbang mundur. Karena kamu masih manusia," kata temannya.
"Gue gatel untuk gue check kaya bacain kaya gitu. Gue gatel untuk pengen gue ceritain , coba kalau lo jadi gue apa yang lo lakukan sih? Kasih tahu gue," tanya Nia masih menangis.
Prinsip Nia Ramadhani
Nia tak bisa menampik jika dirinya memang tidak mampu saat itu. Meski telah menjadi salah satu selebriti kondang, Nia tetap tak ingin membohongi dirinya maupun publik. Sebab menurutnya, jika dia malu untuk mengakui itu berarti dia sombong.
"Itu hal yang paling sulit loh yang barusan kamu ngomong 'enggak mampu'. Kalau kamu sudah sampai pada titik ini berani dan bisa keluar dari mulut kamu 'Iya, aku enggak mampu'. Itu sudah another level, bukan tentang orang tapi tentang diri kamu," kata asisten Nia.
"Makanya karena gue pikir kalau misalkan gue malu artinya gue sombong. Karena 'kenapa lu malu? Lu manusia Ni' oh iya, pokoknya kalau gue malu gue sombong saja," jelas Nia.
Video Nia Ramadhani Nangis Sesegukan
Berikut video Nia Ramadhani nangis sesegukan tak tahan dihujat netizen karena dibilang gagal jadi MC.
Atasi Genangan di Jalan Gunung Sahari, Pompa Apung dan 500 Karung Pasir Dikerahkan
Sebanyak 500 karung pasir dan pompa air difungsikan untuk mengatasi genangan di Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, akibat luapan Kali Ciliwung.
Sejumlah petugas tengah berusaha menutup celah kali menggunakan kantung pasir tersebut agar air tak meluap ke Jalan Gunung Sahari Raya.
Hal itu dikatakan Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air Kecamatan Pademangan Slamet Riyanto dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).
"Luapan air kali ini keluar dari celah dan tali air sehingga menyebabkan genangan di Jalan Gunung Sahari Raya. Petugas sudah mulai menutup celah itu menggunakan 500 karung pasir. Kalau kurang nanti akan ditambah," kata Slamet.
Selain karung pasir, Slamet juga mengatakan, pihaknya menggunakan satu unit pompa apung berkapasitas 50 liter per detik.
Pompa itu untuk mengembalikan luapan air ke aliran Kali Ciliwung.
"Pompa apung juga kami fungsikan di lokasi. Saat ini masih dalam penanganan petugas," ujarnya.
Diketahui, ketinggian genangan di Jalan Gunung Sahari Raya hingga pukul 09.00 WIB mencapai 5-15 sentimeter.
Ruas jalan tersebut dipastikan masih dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, meski tergenang.
Pendiri Demokrat: Isu Pemberian Sejumlah Uang dari Moeldoko Itu Hoaks
Pendiri Partai Demokrat Hengky Luntungan membantah tudingan Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsa tentang adanya dugaan uang panjar atau DP dari Kepala KSP Moeldoko untuk Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.
"Isu pemberian sejumlah uang dari Moeldoko adalah kabar bohong alias hoaks karena tidak bisa dibuktikan kebenarannya", kata Hengky di Jakarta, Minggu (7/2/2021).
Hengky meminta pengurus Partai Demokrat tidak melibatkan pihak luar dan sebaiknya fokus pada pembenahan internal partai yang semakin merosot dalam perolehan suara pada Pemilu Legislatif yang lalu. Soal desakan dilakukan KLB untuk memilih ketua umum yang baru, Hengky menilai sebagai sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan.
"KLB merupakan hal yang wajar dalam dunia politik karena kemungkinan ada pendiri atau pengurus yang kecewa dengan kepengurusan sekarang ini sehingga harus ada pembenahan internal", ujar Hengky.
Tak Ada Kudeta
Hengky menegaskan tidak ada kudeta di Partai Demokrat.
"Seharusnya pengurus sekarang ini lebih membenahi konsoliditas partai daripada menuduh adanya pihak luar yang akan mendongkel posisi ketua umum Partai Demokrat," saran Hengky.















